You Avatar
Blogging peut sauver l'existence de chose. Bravo!

Generasi Platinum

Posted in Nevermind on Feb 04, 2008

Ketika semua sudah mulai tidak menarik lagi..

Hebohnya berita tentang -kematian Alm.Soeharto, dilanjutkan dg Tari Poco-poco & Undur-undur, lalu Banjir Jakarta, dan bermacam bencana lain spt longsor atau jatuhnya korban nyawa tentara yg seharusnya tidak perlu terjadi saat latihan perang, Infotainment serta sinetron super tolol- yg mendominasi menu berbagai media di TV, surat kabar dan Internet, hari ini gue cerita tentang Generasi Platinum aja deh.

Setiap lihat iklan susu bayi (karena lupa brandnya apaan kode etik blogger, nama produk tdk disebutkan dimari), kepikiran terus tentang istilah yg menarik perhatianku: Generasi platinum. Di iklan tersebut digambarkan bahwa anak Generasi Platinum (yg divisualisasikan dlm iklan itu adalah anak Indonesia yg manis) di masa depan yg mampu bersaing dengan anak-anak dunia.

Generasi Platinum adalah generasi penerus dari Generasi Baby Boomers, Generasi X, dan Generasi Y. Setiap jaman punya generasi sendiri-sendiri dengan karakter yg berbeda-beda. Mari kita lihat apa saja perbedaannya (yg jelas tahun lahir anda menentukan sekali dimanakah kaum anda berada), tapi ini tidak mutlak menjadikan seseorang menjadi lebih gimanaaa gitu karena setiap karakter manusia (di setiap generasi) tidak berbeda jauh. kenapa? karena manusia dibekali dengan kemampuan adaptasti. Namun ada perkembangan dlm generasi tertentu dan yg membedakan individu di setiap generasi ialah `life skills` yang dimiliki. Ini snagat ditentukan oleh lingkungan.

Bikin penasaran..

1. Generasi Baby Boomers

adalah anak-anak yang lahir di era tahun 1946-1964. <–Siapa niy para pembaca blog yg nyangkut dimari yg usianya >60 tahun? kamu, eh.. anda adalah termasuk kedalam golongan generasi Baby Boomers (deal with it okey sir!?).

Generasi ini diberi nama Baby Boomers karena pada rentang waktu generasi ini hidup, terjadi peningkatan jumlah kelahiran di seluruh dunia. Cenderung bersifat pembrontak. Anak-anak yang terlahir di generasi ini merupakan golongan masyarakat yang mulai mengenal televisi dengan beragam acara yang berbeda-beda, seperti Perang Vietnam, pembunuhan John F Kennedy, Martin Luther King Jr, dll. Golongan masyarakat ini mengenal musik, sebagian besar adalah Rock n Roll, sebagai cara untuk mengekpresikan identitas generasi mereka. <–oh begitu yah..*angguk-angguk* oke, lanjut!

2. Generasi X

Anak-anak yang lahir di era 1965-1980. Generasi X memiliki karakteristik kurang optimis terhadap masa depan, sinis, skeptis, tidak lagi menghormati nilai-nilai tradisional dan kurang menghormati orang tua. Wah-wah..ngga ikutan deh gue *kabur, sama sekali tidak tertarik melanjutkan acara copy-paste ttg generasiX*

3. Generasi Y/Generasi Millenium

Anak-anak yang lahir di era tahun 1981-1995. <–Gue termasuk Generasi Milenium dong?! Yup gue n temen2 gue generasi Millenium. Anak-anak remaja yang lahir pada generasi itu harus merasakan tingginya biaya pendidikan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. <—Yap betul, kami menderita sekali..banged *hiperbolic*.

Generasi itu cenderung menuntut, tidak sabar, dan buruk dalam berkomunikasi dengan sesama. <–Eh? aku ngga gitu deh…

Survei yang pernah dilakukan menunjukkan generasi itu memiliki kemampuan mengeja dan bahasa yang buruk. <–Mungkin betul, ini postingan gue buktinya huehehhe..tulisan blog begini aja tidak tersusun dengan bahasa EYD. Mohon maaf, ini khan website yg isinya curhatan gituloh.

Generasi Y memiliki karakteristik cenderung menuntut, tidak sabaran, dan cenderung menentang peraturan. <–Ya iyealaaah..peraturan kan dibuat untuk dilanggar gitu ganti!? *bangga mode on yg amat sangat tidak bijaksana banged sekali*

4. Generasi Platinum

Anak-anak yang lahir di era tahun 2000-an atau setelah era milenium, disebut dengan generasi platinum.

Anak yang lahir pada abad ke-21 adalah hasil `produksi` orang tua (lahir di tahun 70-an atau 80-an), yaitu generasi yang sudah memiliki keinginan untuk mengoptimalkan potensinya. Orang tua mereka adalah umumnya orang-orang yang berpendidikan tinggi. Generasi Platinum hadir di saat teknologi komunikasi menuju kematangan, sehingga mereka memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengakses dan memanfaatkan informasi. Hal itu tentu berpengaruh, dimana mereka memiliki peluang lebih baik dalam mengembangkan diri dan menjadi manusia yang berkualitas serta produktif. Generasi Platinum tidak hanya aktif dibidang akademis, melainkan juga di bidang non-akademis. Mereka adalah generasi yang siap untuk menjadi warga dunia yang multy-talented, multy-language, dan multy-disiplin.

Menurut psikolog dari Universitas Paramadina Alzena Masykouri, generasi platinum memiliki karakter yang unik yang lebih ekspresif dan eksploratif. Mereka memiliki karakter pemahaman diri yang baik, sehingga mampu mengenali emosi atau perasaannya dan menyatakannya dengan cara yang tepat. Menurutnya, anak-anak sekarang memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses dan mengakomodasi informasi. Anak memiliki kesempatan yang lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya.

Kelak, anak pun dapat menggunakan potensinya untuk bertahan hidup, bahkan
menjadi manusia yang berkualitas dan produktif. “Ada kemungkinan terbentuk
generasi baru yang sarat akan kualitas serta mampu menghadapi tantangan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Selain itu, mereka lebih positif
memandang dunia,” lanjut Alzena.

Wow Generasi Platinum itu keren banged dong…

Question:

Mungkinkah mereka bisa menyelamatkan dunia dari berbagai bencana, pertikaian politik, dan Global Warming?

Sources:

http://www.antara.co.id/arc/2007/12/7/generasi-baru-abad-ke-21-generasi-platinum/

http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=154974

Trackback URI | Comments RSS

8 Responses to “ Generasi Platinum ”

  1. # 1 Donny Reza Says:

    Kenapa yang kebayang sama saya Generasi Platina ya? :)) cewek-cewek yang punya tulang sekuat platina :))

  2. # 2 soemandjaja Says:

    generasi kok gak jelas judulnya… dari x, y kok terus platinum, napa gak generasi z… wah terakhir dong…. seremmmmm….

  3. # 3 Harry Says:

    berarti saya termasuk generasi milenium, trus saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa peraturan ada untuk dilanggar, yeesss

  4. # 4 ranie Says:

    in, anak mu sepinter, seganteng, secantik apapun ga akan bisa “kepake” klo pendidikan keluarga n lingkungan sosialnya ga mendukung anak itu ke arah positif….dan tidak berarti dengan adanya generasi platinum masa depan planet qta akan lebih selamat, tapi qta juga harus hati2 cuz bisa jadi para “platinum” itu malah ancaman buat keselamatan bumi kita…

  5. # 5 hielmy Says:

    @donny: generasi platina? wah bionic man donk? wakakakak… jadi inget film jadul yang judulnya manusia 6 juta dollar (kyknya waktu itu segitu mahal ya?)
    btw emang ngaruh yah kalau kita dari generasi apa trus sifatnya jadi gimana?

  6. # 6 soemandjaja Says:

    kayaknya ada yg sering nyebut generasi biru… termasuk mana tuh….??

  7. # 7 Ayat-ayat cinta film islamikah? at dion.getux.com Says:

    [...] pacaran klo g pakek ciuman, pegangan tangan bukan pacaran namanya. *nepuk jidat dasar anak zaman millenium* So apa yg bisa diambil hikmah dari nonton Ayat-ayat cinta, menurut saya : 1. Wanita seharusnya [...]

  8. # 8 Ayat-ayat cinta film islamikah? « Cakpuji’s Weblog Says:

    [...] pacaran klo g pakek ciuman, pegangan tangan bukan pacaran namanya. *nepuk jidat dasar anak zaman millenium* So apa yg bisa diambil hikmah dari nonton Ayat-ayat cinta, menurut saya : 1. Wanita seharusnya [...]

Leave a Reply